Jejakku
“Setiap kita akan berpindah ke kehidupan lain (mati –pent) yang tersisa tinggal apa yang kita tulis. Maka beruntunglah bagi siapa yang tulisannya menghasilkan kebaikan dan memperpanjang kebaikannya walaupun amalnya sudah terputus. Dan celakalah mereka yang tulisannya justru menjadi laknat baginya di alam kuburnya.”
@yalshubaily Dr Yusuf Al Syubailiy, Riyadh, pengajar fiqh di Ma’had ‘Ali (perguruan tinggi) Hukum, anggota Asosiasi Ahli Fiqh Syari’ah Amerika
(via syafrigunawan)(Source: twitulama, via syafrigunawan)
“Manusia tidaklah berarti melainkan dengan agamanya.. Maka janganlah kamu tinggalkan ketaqwaan hanya karena bersandar pada nasab keluarga.. Sungguh keislaman telah mengangkat derajat Salman Al-Farisi (yang beliau bukanlah dari bangsa Arab -pent).. Dan kesyirikan telah merendahkan derajat si jahat Abu Lahab (yang bahkan masih keluarga Rasul -pent)”
(via syafrigunawan)



